Mataram (Visualnews) - Emas secara historis terus membuktikan perannya sebagai instrumen pelindung nilai (safe haven) serta sarana penyimpanan kekayaan yang tahan terhadap ketidakpastian ekonomi global. Berbeda dengan logam lainnya, keterbatasan jumlah emas di alam memberikan nilai intrinsik yang tinggi dari masa ke masa. Selain berfungsi sebagai alat tukar, kini emas menjadi salah satu aset investasi defensif paling krusial bagi para investor.
Emas sebagai Aset Defensif dan Tren Harga 10 Tahun (2017–2026)
Investasi emas pada hakikatnya berfokus pada menjaga kekayaan (wealth preservation) dalam jangka panjang, bukan instrumen untuk mencari keuntungan instan. Dalam pembentukan portofolio yang seimbang, emas melengkapi saham yang berfokus pada pertumbuhan (growth) dan obligasi yang menawarkan stabilitas pendapatan (income).
Beberapa keunggulan utama emas sebagai aset investasi meliputi:
Lindung Nilai Inflasi: Cenderung mengalami kenaikan nilai saat harga barang dan jasa meningkat.
Aset Global yang Likuid: Mudah diperdagangkan dan diakui secara internasional.
Ketahanan Historis: Terbukti mampu menjaga nilai ekonomi selama ribuan tahun.
Aset Defensif Saat Krisis: Cenderung stabil atau meningkat di tengah ketidakpastian geopolitik, lonjakan inflasi, maupun fluktuasi suku bunga.
Data pergerakan harga emas dunia selama 10 tahun terakhir (2017–2026) mencatatkan tren kenaikan yang signifikan. Setelah bergerak stabil di kisaran 1.000 hingga 2.000 USD per ons pada periode 2017–2023, harga emas mengalami lonjakan tajam (bull run) pada kurun 2024–2025 hingga menembus angka di atas 5.000 USD per ons. Puncak performa terjadi pada tahun 2025 dengan lonjakan imbal hasil mencapai +65 persen.

Alternatif Baru: ETF Emas di Bursa Efek Indonesia
Seiring pesatnya perkembangan instrumen keuangan di pasar modal, investor kini dapat memanfaatkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai alternatif investasi. ETF Emas merupakan reksa dana berbasis emas fisik yang diperdagangkan langsung di bursa seperti transaksi saham.
Sejak diluncurkan secara resmi pada Aug 10, 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatatkan 7 produk ETF Emas, yaitu XGLD: Premier ETF Gold Sharia Indonesia (Indo Premier Investment Management), XTRA: Trimegah Syariah ETF Emas (Trimegah Asset Management), XMES: Mandiri ETF Emas (Mandiri Manajemen Investasi), XDES: BRI MI Gold ETF Syariah (BRI Manajemen Investasi), XSGO: Syailendra ETF Sharia Gold (Syailendra Capital), XBGS: Batavia Gold Sharia ETF (Batavia Prosperindo Aset Manajemen), dan XKGS: KIM Gold ETF Sharia (Korea Investment Management Indonesia)

Keunggulan dan Kemudahan Akses ETF Emas
Investasi pada ETF Emas menawarkan berbagai keunggulan strategis bagi investor pasar modal Indonesia:
Emas Fisik Terstandarisasi: Didukung oleh cadangan emas fisik (physical backed) dengan tingkat kemurnian terstandarisasi (LBMA/SNI).
Efisiensi Biaya: Bebas biaya penyimpanan fisik dan memiliki likuiditas yang terjaga melalui peran Dealer Partisipan.
Kemudahan Akses Transaksi: Mengikuti pergerakan harga emas dunia dan terintegrasi dengan ekosistem bullionserta didukung fatwa syariah.
Kepala Wilayah BEI NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, menjelaskan bahwa kemudahan transaksi menjadi nilai tambah utama instrumen ini bagi investor ritel maupun institusi. "Seorang investor di pasar modal yang sudah memiliki akun investasi dan ingin membeli ETF Emas, tinggal membuka platform trading-nya dan bertransaksi sebagaimana biasanya membeli saham. Khusus untuk ETF Emas, kode produknya selalu dimulai dengan huruf X," ujar Putra Sandiana.(V-01)