Kerugian Scam Tembus Rp7,5 Triliun, Wamen Komdigi Dorong Fitur Anti-Scam Berbasis AI

B

Bambang GS

Jul 04, 2026 · 2 days ago

Kerugian Scam Tembus Rp7,5 Triliun, Wamen Komdigi Dorong Fitur Anti-Scam Berbasis AI
Wamenkomdigi Nezar Patria (tengah) saat menerima audiensi Kaspersky di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (30/06/2026).Foto HO Komdigi: Pey HS

Jakarta (Visualnews) – Maraknya penipuan digital (scam) di Indonesia kian mengkhawatirkan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) mencatat total kerugian masyarakat akibat aksi spam dan scam telah menembus angka fantastis, yakni mencapai Rp7,5 triliun.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa pemerintah kini tengah mendorong penguatan pelindungan konsumen digital secara masif. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah berkolaborasi dengan pelaku industri guna membangun sistem keamanan yang lebih kokoh.

"Angka scam naik terus. Kemarin total kerugian akibat spam dan scam mencapai Rp7,5 triliun berdasarkan laporan dari Global Anti-Scam Alliance," ungkap Nezar Patria saat menerima audiensi dari perusahaan keamanan siber, Kaspersky, di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Nezar menaruh perhatian khusus pada kelompok lanjut usia (lansia). Menurutnya, golongan ini menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban manipulasi psikologis (social engineering) para pelaku kejahatan siber.

Lebih memprihatinkannya lagi, para pelaku scam saat ini sudah memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) yang sangat canggih untuk mengelabui korbannya.

​Kloning Suara (Voice Cloning), pelaku menggunakan AI untuk meniru suara kerabat dekat, keluarga, bahkan pejabat publik.

Modus Panggilan, korban ditelepon oleh nomor asing, namun suara yang terdengar sangat mirip dengan orang yang mereka kenal.

Metode Teks ke Suara, pelaku cukup mengetik teks skenario penipuan, lalu AI akan mengubahnya menjadi rekaman suara tiruan yang sangat natural untuk diputar kepada korban.

"Para lansia kasihan. Banyak sekali yang kena scam dan spam. Scam yang paling bahaya dengan menelepon sebagai orang lain. Sekarang makin canggih karena bisa meniru suara orang bahkan meniru suara-suara pejabat pakai AI. Dia ketik teksnya, terus tinggal diputar ulang," jelas Wamen Nezar.

Merespons situasi yang kian darurat ini, Kementerian Komdigi mendesak seluruh perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia untuk segera mengambil tindakan nyata guna melindungi pelanggan mereka.

Pemerintah meminta pelaku industri seluler mengimplementasikan fitur pembatasan dan pendeteksian dini terhadap aktivitas scam.

Implementasi Sistem, fitur anti-scam dapat diintegrasikan dalam bentuk aplikasi bawaan, sistem proteksi jaringan, maupun mekanisme penyaringan lainnya.

Asesmen Mandiri, perusahaan telekomunikasi diberikan keleluasaan untuk melakukan asesmen mandiri. Langkah ini bertujuan agar implementasi teknologi keamanan dapat disesuaikan dengan model bisnis dan infrastruktur masing-masing perusahaan tanpa mengganggu kenyamanan pengguna.

"Pemerintah mendorong agar seluruh perusahaan telekomunikasi melindungi para konsumen dengan mengimplementasikan fitur anti-scam, baik dalam bentuk aplikasi atau bentuk lain," jelas Nezar.

Bagi masyarakat yang menemukan atau menjadi korban konten negatif, scam, tautan (link) mencurigakan, maupun akun media sosial fiktif, Kementerian Komdigi menyediakan fasilitas pengaduan resmi melalui situs Aduan Konten.

Layanan ini menerima laporan terhadap seluruh Informasi dan Dokumen Elektronik bermuatan negatif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. (V-02)