​PAPPRI Siap Sulap Musik NTB Jadi Magnet Wisata dan Ladang Ekonomi

B

Bambang GS

Jul 08, 2026 · 10 hours ago

​PAPPRI Siap Sulap Musik NTB Jadi Magnet Wisata dan Ladang Ekonomi
​PAPPRI Siap Sulap Musik NTB Jadi Magnet Wisata dan Ladang Ekonomi
​PAPPRI Siap Sulap Musik NTB Jadi Magnet Wisata dan Ladang Ekonomi

Mataram (Visualnews) — Sektor ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Barat (NTB) bersiap naik kelas. Melalui sektor musik, Pemerintah Provinsi NTB kini tengah mematangkan strategi untuk melahirkan ekosistem seni yang sehat, profesional, dan berdaya saing tinggi.

​Langkah besar ini ditandai dengan Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAPPRI NTB serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAPPRI Kabupaten/Kota se-NTB periode 2025–2030 yang berlangsung khidmat di Hotel Lombok Raya, Selasa (7/7/2026).

​Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), Tony Wenas, dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri.

​Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB yang akrab disapa Umi Dinda ini menegaskan bahwa musik memiliki mata rantai ekonomi yang sangat luas. Industri ini melibatkan pencipta lagu, penyanyi, pemusik, produser, hingga promotor dan pelaku UMKM di sekitar event pertunjukan.

​“Di balik sebuah karya musik terdapat nilai ekonomi yang besar. Oleh karena itu, Pemprov NTB memandang pengembangan industri musik sebagai bagian strategis dalam membangun ekonomi daerah berbasis kreativitas dan inovasi,” ujar Wagub Dinda.

​Selain aspek ekonomi, Wagub Dinda juga menyoroti pentingnya perlindungan hak cipta dan sistem royalti. Ia berharap PAPPRI NTB bisa menjadi garda terdepan untuk mengedukasi para musisi lokal terkait hak-hak mereka.

​“Dengan perlindungan yang baik, semangat berkarya akan terus tumbuh dan industri musik daerah akan berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.

​Salah satu poin menarik yang ditekankan dalam pertemuan ini adalah optimalisasi musik tradisional sebagai alat promosi wisata. NTB yang kaya akan destinasi kelas dunia, dinilai perlu menyisipkan identitas budayanya lewat nada.

​Sebagai identitas budaya, lagu daerah dikemas modern dan kreatif. Jadi media promosi, musik menjadi latar belakang visual keindahan alam NTB. Kemudian dampak nyata kolaborasi seni dan pariwisata akan meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendongkrak ekonomi warga lokal.

​Ketua Umum DPP PAPPRI, Tony Wenas, memberikan apresiasi luar biasa bagi NTB. Ia mengungkapkan bahwa NTB memiliki posisi yang sangat strategis dan istimewa di mata organisasi pusat.

​“NTB memiliki arti khusus bagi PAPPRI. Dari 10 kabupaten/kota yang ada, semuanya kini telah memiliki DPC PAPPRI. Ini adalah modal besar dan luar biasa untuk membangun kekuatan organisasi hingga ke akar rumput,” ungkap Tony Wenas optimistis.

​Ketua DPD PAPPRI NTB yang baru dilantik, Maskahyangan, membeberkan bahwa kiprah PAPPRI di NTB sebenarnya sudah menunjukkan taji dalam lima tahun terakhir. Beberapa program besar sukses digelar, di antaranya penyelenggaraan Hari Musik Nasional, menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) PAPPRI Tahun 2022 di Mataram, aksi bakti sosial dan pencarian talenta muda (talent scouting), serta pembinaan dan pemberdayaan musisi jalanan agar lebih berdaya.

​Menatap masa jabatan hingga tahun 2030, Maskahyangan berkomitmen untuk mempererat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh stakeholder.

​“Harapan kami, PAPPRI dapat terus menjadi wadah bagi seluruh insan musik NTB untuk berkarya, mengembangkan potensi, sekaligus mendukung program pembangunan daerah melalui seni dan budaya,” pungkasnya. (V-02)