Sindir yang Cuma 'Jago Teori', Sekda NTB: Indonesia Berubah karena Mereka yang Mau Turun Tangan!

B

Bambang GS

Jul 08, 2026 · 9 hours ago

Sindir yang Cuma 'Jago Teori', Sekda NTB: Indonesia Berubah karena Mereka yang Mau Turun Tangan!
​BINCANG INSPIRATIF: Para tokoh Nasional hingga Dian Sastro Wardoyo menghadiri Roadshow Bincang Inspiratif 17th SATU Indonesia Awards 2026 di Grand Imperial Ballroom Mataram, Selasa (7/7/2026). (Foto: Kominfotik NTB)

Mataram (Visualnews) — Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai memiliki modal sosial yang sangat besar untuk melahirkan agen-agen perubahan tanpa pamrih. Mulai dari guru pelosok, penggerak UMKM, relawan lingkungan, hingga masyarakat biasa yang bergerak dalam senyap demi membantu sesama.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, saat membuka Roadshow Bincang Inspiratif 17th SATU Indonesia Awards 2026 di Grand Imperial Ballroom Mataram, Selasa (7/7/2026).

​Mewakili Gubernur NTB, Abul Chair mengingatkan bahwa sebuah perubahan besar tidak akan pernah lahir jika hanya bersumber dari diskusi dan gagasan di atas kertas, melainkan dari keberanian untuk terjun langsung menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

​"Indonesia tidak berubah hanya karena dipenuhi orang-orang yang pandai berbicara. Indonesia berubah oleh mereka yang mau turun tangan, melihat persoalan, lalu menjadi bagian dari solusi. Itulah semangat Terhubung dalam Aksi," ujar Sekda Abul Chair disambut tepuk tangan ratusan peserta.

​Mengusung tema "Terhubung dalam Aksi", Sekda menilai pesan ini sangat menohok sekaligus relevan bagi generasi muda di era digital. Menurutnya, kemudahan konektivitas teknologi saat ini baru akan terasa maknanya jika diwujudkan dalam tindakan nyata yang berdampak pada lingkungan sekitar.

​Ia juga berpesan agar para pemuda tidak terjebak pada popularitas semu di media sosial. "Menjadi agen perubahan tidak diukur dari jumlah pengikut (followers). Namun kontribusi riil di lapangan jauh lebih berharga daripada sekadar konten emosional," jelasnya.

​"Mungkin mereka tidak viral dan tidak memiliki jutaan pengikut. Namun merekalah yang sesungguhnya sedang membangun Indonesia," ingat Abul Chair.

​Pemerintah Provinsi NTB juga mengapresiasi konsistensi PT Astra International Tbk yang selama 17 tahun terakhir sukses mengawal ajang SATU Indonesia Awards. Program ini dinilai sangat sejalan dengan visi NTB Makmur Mendunia yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

​Sementara itu, Ketua Koordinator Grup Astra Wilayah Lombok, Ivan Pratama, menjelaskan bahwa ajang ini merupakan komitmen berkelanjutan Astra untuk menjaring anak muda inovatif di lima bidang utama, yakni Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi.

​Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2010 hingga 2025 lalu, program ini telah menyaring 17.708 peserta dan memberikan apresiasi kepada 792 anak muda hebat di seluruh penjuru negeri.

​"Kami percaya masih banyak mutiara bangsa yang lahir dari Lombok dan Nusa Tenggara Barat. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak anak muda NTB yang berani unjuk gigi dan menunjukkan karya terbaiknya," kata Ivan optimistis.

​Acara roadshow di Mataram ini berlangsung sangat meriah dengan kehadiran ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan berbagai komunitas pemuda se-NTB.

​Sesi bincang inspiratifnya pun tidak main-main, karena menghadirkan deretan mentor dan tokoh nasional sebagai pembicara, antara lain Arif Zulkifli (Direktur Utama Tempo), Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan), Dian Sastrowardoyo (Pegiat Seni dan Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo), dan Windy Riswantyo (Head of Corporate Communications Astra).

​Tak hanya tokoh nasional, peserta juga disuguhi cerita sukses dari Reza Permadi, penerima SATU Indonesia Awards 2023 asal NTB. Reza berbagi pengalaman inspiratifnya dalam memberdayakan masyarakat lokal melalui pengembangan desa wisata berbasis digital.

​Di akhir arahannya, Sekda Abul Chair menantang generasi muda NTB untuk terus bergerak. "Marilah kita buktikan bahwa Nusa Tenggara Barat bukan hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga subur melahirkan orang-orang yang menginspirasi negeri," pungkasnya. (V-02)