Prabowo: TNI-Polri Anak Kandung Rakyat, Mereka Harus Hadir Saat Warga Kesusahan

B

Bambang GS

Jul 18, 2026 · 21 hours ago

Prabowo: TNI-Polri Anak Kandung Rakyat, Mereka Harus Hadir Saat Warga Kesusahan

Malang (Visualnews) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan pesan mendalam mengenai jati diri aparat keamanan negara.

Ia menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) adalah bagian yang mutlak dan tidak boleh terpisahkan dari rakyat Indonesia.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri agenda Panen Raya TNI dalam rangka Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang digelar di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Keterlibatan aktif aparat dalam sektor pangan ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa fungsi institusi tersebut kini jauh lebih luas dari sekadar menjaga stabilitas.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara. Tapi, TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia,” tegas Prabowo di hadapan para prajurit dan warga yang hadir.

Presiden Prabowo menggarisbawahi istilah 'anak kandung rakyat' untuk menggambarkan betapa dekatnya hubungan yang harus dijalin oleh institusi pertahanan dan keamanan dengan masyarakat arus bawah. Menurutnya, aparat tidak boleh menjadi menara gading, melainkan wajib hadir langsung di tengah-tengah pergulatan hidup masyarakat.

“TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat,” lanjutnya.

Bagi Kepala Negara, empati sosial harus menjadi napas utama pergerakan TNI dan Polri. Ia menekankan bahwa setiap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat harus dirasakan sebagai kesulitan institusi juga.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa selama masih ada warga yang hidup dalam jerat kesulitan ekonomi dan pangan, seluruh komponen bangsa memiliki kewajiban moral untuk bergerak. Ia meminta adanya sinergi yang konkret, bukan sekadar seremonial.

“Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri. Selama ada rakyat yang hidupnya susah, itu adalah kewajiban semua komponen untuk bersatu, bahu-membahu, membuat langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu,” pintanya.

Menutup arahannya, mantan Menteri Pertahanan ini memaparkan doktrin pertahanan terbaik bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, senjata tercanggih sekalipun tidak akan mampu membela negara jika masyarakatnya rapuh. Kunci utama kedaulatan NKRI berada pada kesejahteraan warganya.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat,” pungkas Prabowo optimis. (V-02)