Resmikan Bendungan Meninting, Prabowo: Air Harus Sampai ke Petani, Tanpa Pangan Tidak Ada Negara!

B

Bambang GS

Jul 10, 2026 · 6 hours ago

Resmikan Bendungan Meninting, Prabowo: Air Harus Sampai ke Petani, Tanpa Pangan Tidak Ada Negara!
Resmikan Bendungan Meninting, Prabowo: Air Harus Sampai ke Petani, Tanpa Pangan Tidak Ada Negara!
Resmikan Bendungan Meninting, Prabowo: Air Harus Sampai ke Petani, Tanpa Pangan Tidak Ada Negara!
Resmikan Bendungan Meninting, Prabowo: Air Harus Sampai ke Petani, Tanpa Pangan Tidak Ada Negara!

Giri Menang (Visualnews) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026). Menariknya, peresmian ini menjadi pusat dari peresmian serentak lima bendungan raksasa di Indonesia yang tersebar di Bali, Jawa Tengah, hingga Aceh.

​Langkah masif ini ditegaskan Presiden sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi nasional melalui infrastruktur sumber daya air yang modern.

​Dalam agenda krusial ini, Presiden didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, serta jajaran Forkopimda NTB. Kehadiran ratusan petani lokal di lokasi acara menambah khidmat suasana peresmian tersebut.

​Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa bendungan bukanlah sekadar proyek beton di atas kertas, melainkan investasi jangka panjang demi kesejahteraan rakyat, khususnya para petani yang menjadi garda terdepan kedaulatan bangsa.

​"Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," tegas Prabowo di hadapan para undangan.

​Selain itu, Presiden memberikan pesan mendalam mengenai keberlanjutan pembangunan antarpemerintahan. Menurutnya, sebuah proyek besar nasional kerap kali dimulai oleh satu pemerintahan dan diselesaikan oleh pemerintahan berikutnya. Ia meminta semua pihak menghargai proses tersebut sebagai wujud persatuan.

​Tak sampai di situ, Prabowo juga melontarkan peringatan keras kepada seluruh penyelenggara negara dan kepala daerah untuk menjaga integritas dan menjauhi korupsi.

​"Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia. Pimpinlah dengan cinta kepada rakyat. Hindari niat menjadi kaya di atas penderitaan rakyat kecil. Pemimpin yang suka berbohong adalah bencana bagi rakyat," ujarnya lugas.

​Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa kelima bendungan yang diresmikan hari ini merupakan buah dari pembangunan nasional periode 2015–2025 yang kini dioptimalkan untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo, terutama dalam mengejar swasembada pangan dan energi terbarukan.

​Lima bendungan yang resmi beroperasi per hari ini adalah Bendungan Meninting (Kabupaten Lombok Barat, NTB), Bendungan Jlantah (Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah), Bendungan Sidan (Kabupaten Gianyar, Bali), Bendungan Keureuto (Kabupaten Aceh Utara, Aceh), dan Bendungan Rukoh (Kabupaten Pidie, Aceh).

​Secara akumulatif, kelima bendungan ini memiliki total kapasitas tampung yang luar biasa, yakni mencapai sekitar 371 juta meter kubik. Infrastruktur ini didukung oleh jaringan irigasi sepanjang 280 kilometer yang siap melayani sekitar 40.000 hektare lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia.

​Dampak ekonominya pun tidak main-main. Proyek raksasa ini diproyeksikan mampu mendongkrak produksi padi nasional hingga sekitar 720.000 ton per tahun, menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, serta mereduksi risiko banjir pada kawasan seluas 932 hektare.

Selain itu, bendungan-bendungan ini juga mendukung transisi energi bersih melalui potensi PLTA sebesar 9,6 megawatt dan PLTS terapung sebesar 346 megawatt.

​Khusus untuk Bendungan Meninting, kehadirannya menjadi angin segar dan penyelamat bagi produktivitas pertanian di Pulau Lombok. Selama bertahun-tahun, musim kemarau selalu menyisakan cerita pilu berupa konflik perebutan air antarpetani.

​Kini, dengan beroperasinya Bendungan Meninting, konflik tersebut dipastikan berakhir. Bendungan ini siap mengairi sedikitnya 1.600 hektare lahan pertanian, yang diproyeksikan mampu meningkatkan intensitas tanam para petani lokal secara drastis, dari yang semula hanya bisa satu kali panen, kini menjadi tiga kali panen dalam setahun.

​Selain untuk sektor pertanian, Bendungan Meninting juga berfungsi sebagai penyedia air baku untuk memenuhi kebutuhan harian sekitar 100.000 jiwa, sekaligus menjadi pengendali banjir di wilayah Kabupaten Lombok Barat dan sebagian wilayah Kota Mataram.

​Menteri PU kembali menegaskan, tolak ukur keberhasilan proyek ini bukan pada selesainya konstruksi fisik semata. "Indikator utamanya adalah ketika air tersebut benar-benar mengalir sampai ke sawah-sawah petani dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat," pungkas Dody. (V-02)