Geliat Sport Tourism: Pocari Sweat Run 2026 Diikuti 9.200 Pelari dan Dongkrak Ekonomi NTB

B

Bambang GS

Jul 11, 2026 · 23 hours ago

Geliat Sport Tourism: Pocari Sweat Run 2026 Diikuti 9.200 Pelari dan Dongkrak Ekonomi NTB
Peserta Pocari Sweat Run Mandalika 2026 bersiap di garis start.VNEWS FOTO/Cia

Praya (Visualnews) — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kembali membuktikan taringnya sebagai magnet sport tourism utama di Indonesia. Ribuan pelari dari berbagai penjuru tanah air memadati lintasan dalam ajang Pocari Sweat Run Lombok 2026 yang digelar di Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (12/7/2026).

​Ajang lari bergengsi yang diikuti sekitar 9.200 peserta ini tidak sekadar menjadi panggung adu kecepatan, tetapi juga menjadi motor penggerak sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat (NTB).

​Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan tahun kedua Pocari Sweat Run di Mandalika. Ia menegaskan bahwa pihak pemprov terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar kualitas event ini semakin mendekati standar internasional.

​"Kita berharap event ini berkembang menjadi world-class marathon, sehingga mampu menarik lebih banyak peserta mancanegara untuk datang dan berlari di Lombok," ujar Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal.

​Miq Iqbal menambahkan, strategi pengembangan sport tourism sengaja digenjot untuk meningkatkan daya saing pariwisata NTB. Dampak instannya sangat terasa, masa tinggal (length of stay) wisatawan menjadi lebih lama karena mereka tidak hanya berlari, tetapi juga berlibur, berburu kuliner, dan berbelanja produk lokal.

​Daya tarik Mandalika memang tidak main-main. Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, membeberkan data menarik bahwa mayoritas peserta justru datang dari luar daerah.

​Dampak sektoral, mendorong okupansi hotel, transportasi lokal, dan perputaran uang di sektor ekonomi kreatif.

​"Kami berharap para peserta tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga menikmati destinasi wisata, kuliner, dan berbagai atraksi di Lombok sehingga manfaat sport tourism dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ungkap Puspita.

​Agenda ini juga menjadi bagian dari rangkaian kalender event olahraga di NTB sebelum menyambut gelaran akbar MotoGP Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

​Dukungan penuh juga datang dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat, yang turut hadir menegaskan bahwa olahraga kini telah bertransformasi menjadi gaya hidup yang bernilai ekonomi tinggi.

​"Event seperti ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Kami berharap semakin banyak penyelenggara maupun brand nasional yang menghadirkan event berskala besar di NTB," tutur legenda bulu tangkis Indonesia tersebut.

​Untuk memanjakan masyarakat lokal dan penonton, pihak panitia juga menggelar berbagai side event menarik, mulai dari panggung hiburan hingga keterlibatan komunitas kreatif di sekitar kawasan Mandalika.

​Rasa optimisme juga didukung oleh ITDC selaku pengelola kawasan Mandalika. Tidak hanya melaporkan lonjakan tajam pada tingkat hunian akomodasi (hotel dan homestay), ITDC juga memanfaatkan momentum ini untuk meresmikan fasilitas baru dan ruang promosi UMKM, di antaranya Mandalika Street Food Festival sebagai pusat promosi kuliner lokal dan produk kreatif UMKM.

​Selain itu juga fasilitas olahraga baru dengan peresmian tiga lapangan padel dan satu lapangan basket baru untuk memperkuat ekosistem sport tourism yang berkelanjutan.

​Dengan infrastruktur yang kian matang, kalender event yang konsisten, serta kolaborasi solid antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Mandalika kini berlari cepat menuju statusnya sebagai destinasi olahraga berkelas dunia. (V-02)