Jelang Nataru, Mendag dan Wagub NTB Pastikan Harga dan Pasokan Pangan di Mataram Stabil

B

Bambang GS

Nov 05, 2026 · 5 jam yang lalu

Jelang Nataru, Mendag dan Wagub NTB Pastikan Harga dan Pasokan Pangan di Mataram Stabil
Mendag RI, Dr. Budi Santoso, M.Si., bersama Wagub NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP., menggelar Sidak di Pasar Kebon Roek, Ampenan, Kamis (5/11/2026).

Mataram (Visualnews)—Menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan dalam kondisi aman terkendali. Bahkan, sejumlah komoditas pangan utama tercatat dijual di bawah harga acuan pemerintah.

​Kondisi tersebut terpantau langsung saat Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Dr. Budi Santoso, M.Si., bersama Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP., menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kebon Roek, Ampenan, Kota Mataram, Kamis (5/11/2026).

​Mendag Budi Santoso menegaskan, dari hasil pemantauan di lapangan, pergerakan harga komoditas strategis di NTB relatif stabil dan pasokan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

​“Semua terkendali, pasokannya juga cukup. Secara umum harga di Provinsi NTB, khususnya Kota Mataram, relatif stabil dan pasokan terjamin. Bahkan sebagian besar komoditas harganya cenderung berada di bawah harga acuan,” ujar Budi Santoso di sela-sela peninjauan.

​Berdasarkan pemantauan langsung terhadap pedagang, beberapa komoditas pokok tercatat dijual lebih murah dibandingkan batas harga acuan pemerintah.

​Cabai berada di kisaran Rp20.000 – Rp40.000/kg (jauh di bawah harga acuan Rp55.000/kg), Bawang Merah dijual sekitar Rp30.000/kg (harga acuan Rp41.500/kg), Bawang Putih di kisaran Rp28.000 – Rp30.000/kg (harga acuan Rp39.000/kg), Daging Ayam dijual Rp35.000/kg (di bawah harga acuan Rp40.000/kg), Telur Ayam dipatok di bawah Rp25.000/kg, dan Beras Premium masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp14.900/kg.

​Selain memastikan pasokan lokal aman, Mendag mengungkapkan bahwa Provinsi NTB saat ini mengalami surplus pada beberapa komoditas pangan, salah satunya cabai. Potensi surplus ini menjadi momentum penting untuk membantu menjaga kestabilan pangan nasional.

​Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) serta pemerintah daerah untuk mendistribusikan pasokan cabai dari NTB ke wilayah lain di Indonesia yang tengah mengalami lonjakan harga.

​Guna memastikan kestabilan harga secara berkelanjutan, pemerintah memperketat pengawasan harian melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Platform ini memungkinkan pemantauan pergerakan harga pasar secara real-time di seluruh Indonesia, sehingga intervensi pasar dapat dilakukan lebih cepat jika terjadi anomali harga.

​Mendag menyampaikan apresiasi atas sinergi kuat yang terjalin antara Pemprov NTB, Pemkot Mataram, Bank Indonesia, Bulog, perangkat daerah, serta para distributor dan produsen pangan.

​Kerja sama lintas sektor ini dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran rantai pasok dan daya beli masyarakat, sehingga warga NTB dapat menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa rasa khawatir akan lonjakan harga pangan. (V-02)