Ubah Limbah Jadi Cokelat Premium, Green Choconut Hadirkan Inovasi Oleh-Oleh Ramah Lingkungan Khas Lombok

V

Visualnews

Jul 14, 2026 · 5 days ago

Ubah Limbah Jadi Cokelat Premium, Green Choconut Hadirkan Inovasi Oleh-Oleh Ramah Lingkungan Khas Lombok

Mataram (Visualnews) – Inovasi produk pangan terus berkembang di Kota Mataram. Salah satunya adalah Green Choconut, produk cokelat premium yang memadukan kakao, ampas kelapa, dan rumput laut menjadi oleh-oleh khas Lombok yang unik, sehat, sekaligus ramah lingkungan.

Produk yang dikembangkan oleh Irma Firmana melalui merek Ankrella Cokelat ini lahir dari kepedulian terhadap tingginya limbah organik, khususnya ampas kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui konsep zero waste dan ekonomi sirkular, limbah ampas kelapa diolah menjadi bahan baku bernilai ekonomi tinggi tanpa mengurangi kualitas maupun cita rasa produk.

Inovator Green Choconut menjelaskan bahwa selain memanfaatkan ampas kelapa, produk ini juga menggunakan rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan Nusa Tenggara Barat. Perpaduan kedua bahan lokal tersebut menghasilkan cokelat dengan karakter rasa yang khas, tekstur yang unik, serta kandungan serat, mineral, dan antioksidan yang lebih baik dibandingkan cokelat pada umumnya.

"Inovasi ini tidak hanya menghasilkan produk pangan yang lezat, tetapi juga menjadi solusi terhadap persoalan limbah organik sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal," ujar Irma pengembang Green Choconut.

Saat ini Green Choconut telah dikembangkan dalam beberapa varian, antara lain original, Dark Chocolate dengan kurma, dan milk chocolate. Produk dikemas dengan desain premium sehingga cocok dijadikan oleh-oleh, hadiah, maupun souvenir khas daerah.

Dampak inovasi ini juga mulai dirasakan. Sebelum program berjalan, sekitar 50 kilogram ampas kelapa setiap bulan hanya menjadi limbah. Kini sebagian besar limbah tersebut berhasil dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi sehingga mampu mengurangi timbulan sampah organik sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru. Bahkan, nilai ampas kelapa meningkat lebih dari 200 kali lipat setelah diolah menjadi produk cokelat premium.

Pada tahap awal, Green Choconut diproduksi sekitar 500 batang per bulan dengan omzet sekitar Rp10 juta per bulan dan melibatkan tenaga kerja lokal. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat direplikasi oleh lebih banyak UMKM sehingga mampu memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pengurangan sampah di Kota Mataram.

Green Choconut menjadi bukti bahwa limbah bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan dapat diubah menjadi produk inovatif yang bernilai tinggi. Melalui inovasi ini, Ankrella Cokelat berharap dapat memperkenalkan wajah baru oleh-oleh khas Lombok yang modern, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.(V-01)