Realisasi PMA Capai Rp250 Triliun, Keminveshil/BKPM: Kepercayaan Investor Global Tetap Terjaga

B

Bambang GS

Jul 01, 2026 · 2 weeks ago

Realisasi PMA Capai Rp250 Triliun, Keminveshil/BKPM: Kepercayaan Investor Global Tetap Terjaga
Juru Bicara Keminveshil/BKPM, Dendy Apriandi

Jakarta (Visualnews) — Di tengah ketidakpastian dinamika ekonomi dan geopolitik global, Indonesia terbukti masih menjadi magnet bagi para investor asing. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (Keminveshil/BKPM) mencatat realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada Triwulan I 2026 menembus angka Rp250,0 triliun.

​Angka tersebut berkontribusi sebesar 50,1% dari total realisasi investasi nasional pada periode tersebut, yang mencapai Rp498,8 triliun.

​Juru Bicara Keminveshil/BKPM, Dendy Apriandi, menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor jangka panjang terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kokoh. Berbeda dengan pasar keuangan yang fluktuatif dan sensitif terhadap sentimen jangka pendek, Foreign Direct Investment (FDI) atau PMA lebih mencerminkan komitmen bisnis strategis.

​"Menarik investasi bukanlah pekerjaan yang mudah di tengah situasi geopolitik global saat ini. Namun, data menunjukkan investor asing tetap tertarik berinvestasi di Indonesia. Kontribusi PMA yang mencapai 50,1 persen ini membuktikan bahwa kepercayaan investor global tetap terjaga," ujar Dendy dalam keterangan resminya.

​Jika ditarik garis ke belakang, realisasi PMA di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten positif selama lima tahun terakhir pada periode triwulan pertama. Triwulan I 2022: Rp147,2 triliun, Triwulan I 2023: Rp177,0 triliun, Triwulan I 2024: Rp204,4 triliun, Triwulan I 2025: Rp230,4 triliun, dan Triwulan I 2026: Rp250,0 triliun.

​Selain nilai investasi yang terus mendaki, keberagaman negara asal investor juga menunjukkan daya tarik Indonesia yang merata. Pada Triwulan I 2026, lima besar negara investor terbesar di Indonesia ditempati oleh Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.

​Dendy menambahkan bahwa dampak dari masuknya modal asing ini tidak sekadar angka di atas kertas, melainkan menyasar langsung pada sektor riil yang mendorong penguatan ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah penciptaan lapangan kerja secara masif di berbagai daerah.

​Sepanjang Triwulan I 2026, total realisasi investasi (gabungan PMA dan PMDN) berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja Indonesia.

​"Investasi mengalir ke sektor-sektor strategis yang meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Itulah manfaat nyata investasi yang dirasakan masyarakat," jelas Dendy.

​Ke depan, Keminveshil/BKPM berkomitmen untuk terus menjaga daya saing Indonesia di kancah global.

Langkah strategis yang akan diakselerasi antara lain, penyederhanaan sistem perizinan, peningkatan kepastian hukum dan berusaha, serta penguatan kebijakan hilirisasi demi meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

​"Investasi hari ini menentukan masa depan generasi selanjutnya. Karena itu, mari bersama-sama menjaga iklim investasi yang semakin ramah bagi investor agar investasi terus tumbuh dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya. (V-02)